Usai

Kau yang terlena mimpi, kau yang hanyut oleh asa. Begitu lagi malam ini. Suaramu di telepon memburu nadi. Nafasmu tersengal kenangan. Tak berirama lagi, tak semerdu dulu. Rasa menjadi tawar, menggerus nilai dan waktu masih terus berputar. Yah, kita tertinggal jauh dibelakang harap.

Harapanmu masih besar, namun kita timpang dalam rasa. Tak semenggebu dulu, buihnya hilang dipupus angin dan air itu kemudian teduh kembali. Tak perlu membodohi diri bila kau masih terikat kenang. Karena kenangan bukanlah hutang yang harus kau bayar, karena perasaanmu sudah tiba di tempat seharusnya ia bersandar. Di butiran pasir-pasir hidup dan cerita kita, jejak-jejak kakimu masih tertanda disana. Ada jejak kita melangkah bersama dan kemudian terhalang karang. Jejak mu masih disana, namun jejak ku terbasuh laut.

Biarkan aku berenang ke laut lepas, dan susurilah pantaimu. Jika nanti aku kembali karena tak kuat lagi mungkin di pantai itu pula ku sandarkan ragaku, atau mungkin aku melabuhkan diri di teluk jauh. Bila ku tak mampu berenang lagi, maka akan ku karamkan diriku di samudera hidup. Tak perlu kau basahi dirimu dalam lautan luas, tak usah kau buat rakit dan perahu untuk menghampiriku. Biarkan ombak dan angin mengantarkan hidup dan ragaku kemanapun mereka mau.

Aku tak hanyut oleh arus laut, bahkan aku berenang menantangnya. Walau aku tau ku tak kan mungkin selamanya bertahan di antara ombak-ombak dan arus yang beradu disana. Bila kau tak mampu bersama ku diantara buih-buih itu, susuri saja pesisirnya. Hanya susuri saja pantai ini. Temukan jalanmu, atau buatlah istana harap mu seindah mungkin disini. Tapi ingatlah bahwa ombak pasang tak pernah berjanji membiarkan istanamu tetap berdiri megah disana. Sekali waktu ia kan datang menyapu semuanya. Jejakmu, jejakku, istanamu, dan cerita ini.

Pergilah susuri pantai ini. Mentari yang terbenam tetap kan merekah keemasan menyinarimu. Deburan ombak tetap kan menabuh semangatmu. Hanya saja ku tak akan ada disana dan menjejak pasir lagi bersamamu. Dari sana, dari luasnya laut aku kan beradu dengan arus dan ombak. Akan kupasrahkan rasa ini nanti bila ku tak sanggup lagi.

Salatiga, 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s