Bagaimana, Jika?

Bagaimana jika kita beranjak pergi saja?

Tinggalkan jejak yang masih hangat dan kemudian kaku tersaput angin

Biarkan langkah menghantar kita hingga akhir

Bagaimana jika kita kembali?

Setelah kita pergi dan jejak telah dingin karena derap kita termakan masa disitu

Akankah masih sama jika tegap betis dan semangat penasaran kita masih sekereta?

Bagaimana jika kita diam dan menulis saja

Sehingga uraian sesal dan penat kita masih tetap panas

Mungkin kita bisa lebih menyukai diam dan coretannya di kertas

Salatiga. 4 Mei 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s