Kontemplatif

Logika terbunuh karena cinta.
Rasionalitas mati karena cinta.
Eksistensi pun lenyap karena cinta

Apa yang dapat bertahan di hadapan cinta?
Tak ada, bahkan tuhan-tuhan yang lain pun bisa mati karena cinta.
Apa yang dapat mengikat cinta?
Hampa, karena cinta tak berwujud.
Apa yang dapat merasakan cinta?
Nihil, karena hati paling murni sekalipun tak kuasa menampungnya.

Digdaya cinta melampaui retorika.
Kuasa cinta melampaui segala mazab religius.

Tak satupun yang mampu memiliki cinta.
Karena cinta adalah semesta
Dan hakikat semesta adalah mendukung,
Walau tak dimiliki.

Salatiga, 25 Okt. 12

2 thoughts on “Kontemplatif

  1. Terlalu abstrak untuk menjelaskan mengenai apa itu cinta, dan juga terlalu absurd untuk mengagungkan rasa yang sebenarnya… Jalani saja apa yang ku ingini,dan biarkan otak,kaki,dan tangan saling bersinkronisasi untuk bisa merasakan makna cinta itu sendiri dalam perjalanannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s