Selembar Surat di Surabaya (3S)

Surabaya 17 Desember 2012

Tepat pukul 1.30. Jari konak mengangkat laptop. Kopi segelas penuh, diisi 2 sachet  abc susu. Selesai pembicaraan kita mengenai hal mana yang harus dikembangkan. Sesekali mata melirik tv menatap gol pertama dari tim yang tidak terlalu diunggulkan. Kau di belakang, di atas kasur membaca novel dari pengarang favoritku. Dingin ac memantul lewat dinding kamar. Hari ini tepat tinggal seminggu lagi waktu kita di kota ini. Kembali ke kota kita.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kita merindukan kota kita. Setahun lebih kita berkelana, menambah pengalaman dan khazanah kita akan kemanusiaan dan cinta. Kita berbagi daerah mana yang paling mempesona. Semarang, Salatiga, Jogja, Bali, Surabaya. Kau merindukan Bali namun tak sebesar niatmu untuk kembali. Diriku merindukan Salatiga namun lebih besar rindu akan musik tetangga. Seminggu lagi sayang, kita kembali ke kota kita.

Entah kapan lagi kota ini akan dijelajahi oleh kita, tapi setidaknya rindukanlah sejenak panas menyengat kota ini. Atau rindukan pula dingin ac kamar ini.

Pelan-pelan rokokku mulai terpupus dingin. Kopiku dalam gelas juga mulai meregang panasnya. Namun tetap saja nikmat dari keduanya tak hilang malah semakin menjadi. Di kiri ada rokok dalam asbak, di kanan kopi tinggal seperempat gelas. Di belakangku dirimu dengan novel. Maju melabrak dindingpun aku berani sayang. Hehehehehehe

Teruntuk Zahirku

Christania Suwuh (tita/titi/titut/dodol strekel)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s