KASTA PADA LEMBAGA PENDIDIKAN

Kasta merupakan golongan (tingkat atau derajat) manusia di masyarakat beragama Hindu. Pada masyarakat Hindu Kasta terbagi menjadi : Brahmana, Ksatrya, Waisya, Sudra, Paria. Pada ruang lingkup Lembaga Pendidikan saat ini siapa yang bisa menyangka bahwa penggolongan-penggolongan dan pengklasifikasian seperti ini pun berlaku. Bahkan rasa dari proses pengkastaan ini begitu kental dalam hiruk-pikuk perputaran roda pelaksanaan pendidikan.

Bisa dimulai dari Kelas Brahmana. Kelas atau kelompok seperti ini merupakan golongan pendeta yang melakukan ajaran dan perintah dari YMK (Yang Maha Kuasa). Mereka merupakan golongan yang begitu taat dan patuh melakukan ajaran-ajaran yang sudah ditetapkan sebelumnya atau bahkan ajaran-ajaran yang baru mau ditetapkan sebagai proses pemenuhan kesejahteraan semua umat-Nya. Kelas ini biasanya diisi oleh para pendukung-pendukung tampuk kekuasaan. Dalam kelas ini pun terbagi berdasarkan kemampuan dan potensi akademik masing-masing Brahmana.

Ksatrya, kelas kedua yang bisa dibahas. Kelas ini merupakan individu-individu yang bersedia mati demi kepentingan lembaganya. Bersedia menyerang pihak-pihak yang berusaha menyelewengkan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam lembaganya. Mereka merupakan kaum terhormat berdasarkan kapasitas mereka dalam mengambil keputusan dalam sebuah organisasi vital. Mereka adalah tipe individu yang mungkin saja berusia muda namun mereka punya hak suara dalam mengambil keputusan vital bagi sebuah lembaga. Tentunya selain kaum Brahmana, mereka merupakan kelas yang patut dihormati. Kelas ini biasanya begitu dekat dengan Kaum Brahmana.

Waisya. Kelas pedagang, petani, tukang, etc. Mereka tidak terlalu memikirkan masalah kelembagaan dan tata cara bersikap dalam lembaga. Mereka merupakan golongan yang melakukan semua aktifitas mereka hanya berdasarkan pemenuhan kebutuhan logistik. Mereka kaum Apatis dengan semua kebijakan. Bagi mereka apapun yang terjadi, hidup mereka harus selalu berputar. Mereka menjual ada yang membeli. Tingkat kepedulian mereka terhadap segala kebijakan akan meningkat apabila hal-hal yang fundamental bagi mereka terusik. Misalnya masalah penggajian, job description, etc.

Sudra. Kelas masyarakat biasa. Tipe ini adalah tipe yang paling banyak ditemui. Mereka adalah tipe yang melakukan tugas dan tanggung jawabnya sepantasnya saja. Mereka adalah golongan yang paling sering melakukan tugas sebaik-baiknya saja dan menyerahkan kepentingan lembaga pada pihak-pihak yang berwenang. Merasa diri tidak perlu ikut campur dalam masalah-masalah yang sebenarnya menyangkut hak dan kewajibannya. Bahkan ada kecenderungan untuk tidak perduli dengan segala kebijakan yang ada.

Paria. Golongan masyarakat yang dianggap hina. Golongan kecil yang sering dianggap sampah. Atau mungkin bisa disebut sebagai kelompok buangan. Pada golongan ini, kemungkinan untuk terjadi diskriminasi dari pihak yang lebih tinggi kelasnya paling sering untuk muncul. Tidak menutup kemungkinan individu-individu ini mungkin saja dulunya berasal dari kaum Brahmana, Ksatrya, Waisya, hingga Sudra. Karena perbedaan pola pikir dan sudut pandang maka pihak-pihak ini kemudian di diskriminasikan dan hampir semua haknya dicabut. Semua pengalamannya dianggap sampah. Dan sudut pandangnya dianggap tidak bermakna.

Sekarang berkaca sajalah kita berasal dari golongan mana di Lembaga?? Brahmana? Ksatrya? Waisyah? Sudra? Paria?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s