BALASAN SEKALI LAGI

Ku sangat mencintai mu dahulu. Bahkan ku buang harga diriku hanya untuk mengejar hatimu. Waktu itu kau memang tak mengerti dan tak pernah mengenal yang namanya cinta. Namun ku selalu berharap kau akan mengerti bahwa ku mencintaimu dengan apa adanya. Ku mencintaimu dengan segala ke-egoisanmu.

Ku selalu belajar memahami semua ketidak-konsisten nya dirimu. Bahkan ku selalu menghargai setiap puisi cinta palsumu yang mungkin menurutmu hanya sebuah formalitas saja. Tapi ku hargai itu, dan bahkan ku cintai itu.

Ku coba mengajarkan kepadamu tentang cinta yang ku rasakan dan juga ku bagi. Sejuta usaha kukerahkan tuk kau mengerti itu. Walaupun kau tenggelam dalam duniamu.  Tapi ku selalu mencoba mengerti itu semua. Mungkin kau beranggapan bahwa dunia kita berbeda dan ku tak akan mengerti itu. Namun tahukah kau, bahwa kau adalah dunia ku?

Saat kau pergi dari sini, entah apa jadinya aku hidup tanpa nafas mu? Tahukah kau bahwa saat itupun kau hancurkan dunia ku? Kau hancurkan semua harapanku?

Ku coba pertahankan cintaku agar tak pergi dari sampingku. Karena ku berpikir ku tak akan bisa hidup tanpamu. Kau kerahkan pula semua alasan logis yang mematahkan semua argumenku. Kau cerita tentang harapanmu ke depan. Kau ceritakan tentang semua cita-cita mu nanti. Kau ceritakan pula tetang semua harapan dari keluargamu terhadapmu. Kau anggap itu semua bebanmu. Tapi taukah kau, saat itu pula kau pupuskan semua asaku tentangmu. Kau bunuh aku saat itu juga dengan cita-citamu.

Saat melepas kepergianmu ku bahkan tak kuasa menunjukkan kelemahanku di depanmu dan keluargamu. Kucucurkan air mata ku malam itu di depan sepupu perempuanmu. Yah, ku harap dia mengerti arti air mata perempuan yang harus rela melepas semua harapannya. Tangis sedih wanita yang kehilangan dunianya.

Ku harap dia mengerti dan dapat di ceritakannya padamu suatu saat nanti betapa berharganya dirimu untukku sayang.

Saat kau jauhpun ku berusaha bertahan dengan cinta ini. Kucoba mempertahankan cinta ku padamu yang ku mengerti kau memang secuek itu. Namun rentang jarak dan fisik membuatku tak bisa bertahan sayang.  Kau masih saja jauh dari jangkauanku. Hingga akhirnya ku menyerah bertahan dengan cinta ini.

Ku awali hidup baruku dengan dia. Jujur mungkin ku khianati cintaku padamu saat itu. Tapi ku tak bisa bertahan seperti ini sayang. Penantianku terlalu lama untuk ini. Mungkin bisa saja kau sebut ini pelarianku. Tak apa. Karena mungkin begitu adanya.

Sekian tahun terlewati dengannya dan tanpa dirimu. Ku akui ku mungkin menyayangi dia. Sehingga ku ambil keputusan tuk meninggalkan mu waktu itu.

Kau mungkin masih menunjukkan ego mu sebagai seorang lelaki ketika perpisahan yang sebenarnya tak ku inginkan itu muncul. Hancur hatiku mungkin tak sehancur hatimu saat itu. Namun taukah kau bahwa kau masih bisa bertahan tanpa diriku?

Musuhi aku, benci aku, maki aku jika itu bisa membuatmu maju. Ku cinta kau dengan cara ini sayang.

Ku cinta kau dengan mengkhianati dirimu sayang. Berat penderitaan ini bagimu setimpal dengan dosa yang ku terima . Jika kebencian bisa membuatmu maju, maka ku siap menjadi objek kebencianmu sayang.

Sekian waktu ku jalani kisah dengannya, perasaan sayangku makin bertumbuh padanya. Namun jujur ku akui cintaku padamu tak pernah pudar sayang.

Suatu waktu kau memintaku tuk memulai kembali kisah kita, dan sejak saat itu ku tau kau memang menungguku terus sayang. Tapi cobalah kau nilai kembali semua jalan yang kau lewati. Apakah aku masih berharga bagimu sayang??

Mungkin kau tunjukkan itu dengan semua pengorbananmu.

Tapi tolong jangan bunuh cinta lain yang mungkin hadir untukmu hanya untuk menutupi jejak kisah hitam kita sayang. Ku mengerti pelajaran hidup telah kau terima dan apa yang kucita-citakan dulu terlaksana sekarang. Kau mencintaiku.

Tapi ku sudah tak pantas lagi untukmu sayang. Mungkin dia telah mempermainan ku. Mungkin dia telah menghancurkanku. Tapi tolong jangan kau bunuh dirimu hanya untuk diriku.

Ku sudah tak pantas lagi untukmu sayang.

Jika mencintaimu mungkin dapat membunuhku, ku rela sayang, tetap mencintai mu dari kejauhan, hingga kau tak tahu bahwa ku mati karena cintaku padamu. Ku akan menyelubungi diriku dengan dusta cintaku, dan penyesalanku untuk tetap bertahan memilih dia orang kedua yang telah menghancurkan diriku setelah kau sayang. Pergilah kau kasih yang ku cintai.

Teruskan perjalananmu yang masih panjang itu. Dan biarkan ku bermohon pada Tuhan tuk mengambil diriku karena ku tak akan pernah memiliki dirimu atau dirinya. Biarkan saja yang tertinggal di sini adalah kenangan mu dan “cinta”ku padanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s