SEKALI LAGI!!

Terlalu banyak permainan yang kumainkan. Hingga rembang sore itu membuatku tersentak sejenak bahwa ku telah kehilangan . Penantian panjang mu akhirnya berakhir saat jemari kita, dan bahkan bibir kita tak pernah bersapa lagi. Ku memang belajar menanti kemudian, walaupun ku tahu bahwa ku telah terlambat tuk memahami.

Kehilangan kasih mu seakan membangun luka baru di atas goresan luka lama. Menindih kepingan dendam lama dengan kerinduan. Rindu yang semakin hari semakin besar dan berbanding terbalik dengan kejantanan ku sebagai mahkluk dominan, seperti Goliath yang takluk di hadapan Daud.

Pencapaian eksistensi mungkin belum cukup jika tanpa pemuasan materialis. Pencapaian pemenuhan hasrat tuk memiliki dirimu seutuhnya. Tidur dan bangun dengan kehangatan mentari yang kita ciptakan di kala gelap dan dinginnya malam menyelimuti diri. Dominasi dan tak berdaya seakan tipis ketika bersama. Sejujurnya itulah yang sangat dinanti olehku.

Aku hilang arah dan bingung, berpikir cukup menjalani hidup saja tanpa adanya tatapan tajam matamu, tawa dan suaramu, dan bahkan sedikit sindiran manis dari bibir kecilmu. Mulai lagi permainan lama yang kupelajari sendiri dimainkan. Sedikit demi sedikit mencari kepuasan dari alam. Memang karena manusia itu tidak pernah mencari kebahagiaan namun kepuasan. Kemudian satu persatu mahkluk-mahkluk lemah gugur dalam permainan itu. Beberapa hal mulai menyadarkan diriku kembali bahwa pencarianku sebenarnya hanya usaha untuk menegasikan mu dalam pikiran ini. Namun pengaruh dunia manis dari kisah masa lalu ternyata mengantarku pada bayang-bayang dirimu.

Semuanya mengantarkan diriku ke celah kecil agar bisa menengok kebelakang dan sejenak melihat rupamu lagi. Melihat lika-liku jalan yang terlewati dan mengerti bahwa ada yang tertinggal di masa lampau. Reinkarnasi nyali ku sebagai lelaki hadir kembali. Ku angkat seluruh sisa-sisa keberanian masa lalu dan mulai lagi dari titik awal. Ku hancurkan lagi sisa-sisa permainan yang masih di mainkan dengan sedikit sentuhan drama emosional. Nyaris tak kelihatan karena ku tahu dan ku mengerti bahwa ku seorang actor sama seperti dirimu seorang aktris yang mengambil peran utama dan kemudian berubah menjadi antagonis dalam teater ilusi di pikiran ku.

Drama realistis dan sebenarnya tragis dimulai ketika ku kembali bertatap mata denganmu. Di iringi musik rintik hujan malam itu kita sisiri lagi kota kita. Berbicara sebentar saja karena memang dominasi ku hancur saat itu pula, di luluh lantakan senyum tanpa makna dari bibir yang ku rindukan itu. Kekosongan matamu ikut menguras sisa-sisa keberanian yang kupersiapkan dalam waktu singkat ,yang bisa ku katakan persiapan tanpa persiapan. Dengan ketidak berdayaan itu kususun kata-kata meminta tuk memulai kembali lagi dari awal cerita kita yang tertinggal jauh di belakang.

Ku gagal, begitulah kata-kata itu bermain dalam pikiran ku mengakhiri malam itu dan mengantar ku tidur dengan beribu-ribu sesal. Jejak sesal yang tertinggal itu kucuci lagi dengan memulai kembali permainan lama.

Saat ini ku baru sadar bahwa ku lelah, lelah dengan segala kepura-puraan yang ku jalani hampir sepanjang hidupku.

Masih tertunda dan belum semua ku katakan

Biar kutunggu sampai kau kembali lagi disini

Harus kau dengar semuanya harus kau dengarkan

Isi hatiku yang belum tersampaikan

(SEKALI LAGI-IPANK BIP)

2 thoughts on “SEKALI LAGI!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s