PACAR SEMALAM

Frank, demikian biasanya ku dipanggil. Hampir semua orang di kompleks perumahan ini tau nama ku. Mungkin karena pengaruh orang tua yang cukup dipandang di daerah tempat tinggalku. Ku di didik dengan ajaran agama dan norma yang cukup erat di lingkup keluarga ku sehingga perilaku ku pun bisa dibilang cukup santun.

Suatu saat di awal persekolahan aku di tawarkan untuk mengikuti sanggar teater oleh kakak kelas ku. Saat itu ku masih kelas satu dan sejak smp ku memang tertarik dengan kegiatan-kegiatan seni dan memang di smp aku sempat berprestasi dalam lomba menulis puisi se-Indonesia Selatan. Sangat menarik pikirku. Akhirnya mulailah ku mengikuti kegiatan tersebut. Di mulai dari pelatihan di sanggar sekolah sampai ku pun di utus menjadi salah satu siswa dari sekolahku yang mampu untuk mengikuti pelatihan angkatan ke 6 yang di adakan oleh Balai Bahasa tingkat propinsi.  Karena memang setiap tahunnya selalu ada pelatihan teater dan puisi yang di adakan dan setiap alumni yang pernah mengikuti pelatihan itu pasti bergabung dalam Komunitas Teater Bengkel.

“Frank, dimana??? Bisa ke balai bahasa? Oktavian”. Demikian sms dari senior ku masuk ke handphone ku. “kenapa kak?? Ada pentas kah??” balas ku. Memang semangat untuk berpentas ria sangat menggebu-gebu dalam otakku saat itu, seakan-akan hidupku mendapatkan tujuannya. Akhirnya aku tahu kalo akan ada pelatihan teater untuk angkatan baru dari percakapan di sms itu.

Akhirnya berlatihlah kami untuk pentas  pada saat pelatihan teater untuk angkatan baru. Pelatihan kali itu di khususkan bagi siswa-siswi yang asal sekolahnya dari kabupaten-kabupaten yang cukup jauh. Pada saat tiba di tempat pelatihan mataku tertuju ke sosok manis dan bersih yang diam di pojok ruangan pelatihan. “kak, itu siapa namanya?” tanyaku ke kak Fesy seorang pelatih teater kami. “Vita, dari SMA katolik Kotanyabagus” jawab kak Fesy. “Kenapa Frank? Naksir yah??” Canda kak Fesy. Ku hanya tersenyum dan menganggukan kepala saja.

Setelah selesai pentas para junior-junior kami ini mulai datang dan ngobrol-ngobrol dengan kami. Banyak yang mengajak kenalan diriku dan juga minta no HP ku. Yah, bisa di bilang karena wajahku cukup berkarakter dan sorot mataku punya kekuatan “mistis” kata teman-temanku . Dari yesy, sisil, dan entah siapa lagi yang mengajak ku kenalan ku bahkan lupa berapa orang mereka yang mengerumuni diriku. Tapi wanita yang ku tanyakan ke kak Fesy malah tidak kulihat sama sekali. Ku coba melihat di sekeliling aula itu namun sepertinya wanita itu menghilang begitu saja.

“ Frank kumpul yok di ruang tengah.” Ujar okta. “Ngapain?” tanyaku. “Biasalah, kita party dikit karena dah pentas dengan sukses”. “Oke” jawabku.

Selesai party kecil-kecilan itu kami pun bernyanyi sambil main gitar di depan gedung pelatihan. Sudah setengah tiang rasanya kadar alcohol itu masuk dan merayap ke dalam urat mengalir menuju ke otak. “Kak Frank, kenalkan aku vita dari Kotanyabagus”. Astaga, tiba-tiba saja wanita yang ku cari dalam ruangan pentas itu ada di depanku dan bahkan mengulurkan tangan kanannnya. “ Oh, iya. Frank” ku jawab dengan tampang kaget dan sedikit kelihatan seperti orang bego. “udah yah kak kenalannya, ku masuk dulu” lanjut vita sambil berlalu pergi begitu saja tanpa sempat kujawab.

GILA!!

Hanya begitu saja dia menyapaku, dan langsung pergi begitu saja. “ Wah, dia nantang nie” ujar si pemberontak dalam kepalaku. “Harus ada tindakan pembuktian nie, masa seorang Frank di gituin sama cewek. Penghinaan ini namanya. Dia harus tahu kalo Frank gak akan semudah itu untuk di tinggalkan.” Kata-kata itu bermain dalam pikiranku.

Besok paginya ku tunggu di depan kamarnya. Ku ajak dia sarapan bareng di ikuti lirikan mata cemburu para junior-junior betina lainnya. Selesai makan bareng mereka langsung mengikuti pelatihan lagi. Aku pun ikut-ikutan di dalam ruangan pelatihan itu, walaupun sebenarnya hanya untuk melihat Vita, wanita yang membuatku penasaran dan membangkitkan naluri penakluk ku mengikuti pelatihan.

Masa pelatihan itu membuatku menjadi dekat dengannya, namun ada satu sikapnya yang membuatku sangat penasaran. Terlalu cuek!!

“Kenapa kamu bisa suka sama si Vita, Frank?” Tanya Prisil, seorang teman sanggar yang seangkatan denganku. “gak tau nie. Kayak ada perasaan menggebu aja ni di pikiranku”. “hahaha. Akhirnya kamu jatuh cinta juga yah Frank.” Balas Prisil. Ku pun tersenyum, karena ku sendiri gak tau dan gak ngerti kalo itu yang namanya cinta.

Pelatihan di hari terakhir di isi dengan pementasan di malam harinya oleh para angkatan yang baru. Para senior termasuk diriku diminta ikut membantu junior-junior itu untuk mempersiapkan pementasan-pementasan mereka. Mulai dari property hingga make up. “kak Fes, aku di bagian make up aja yah?” kataku pada kak Fesy. Memang ku lumayan mahir dalam hal make up karakter pemain jika di pementasan. Selain itu ku punya alasan lainnya. Ingin melihat wajah vita lebih dekat dan bahkan menyentuh pipi putihnya yang halus itu. Dan niat itu memang tercapai

Setelah selesai pementasan, para junior dan bahkan senior diberikan kesempatan bebas berkreasi di panggung. Ku bacakan satu puisi dan kutembak vita untuk menjadi pacarku.

Malam itu kami resmi jadian di iringi ucapan selamat serta banyak gurauan dari semua orang yang hadir di malam pementasan itu.

Namun siapa sangka kisah manis itu hanya untuk malam itu saja, karena besoknya ternyata pacar baruku berubah menjadi mantan pacar ku yang baru. Kalimat putus itu keluar dari mulutnya ketika dia ku antar ke terminal untuk kembali ke Kotanyabagus.

Sejak saat itu jika mengingat kembali cerita cinta dan pacaran satu malam tersebut membuatku sangat trauma untuk serius berpacaran lagi. Bahkan membuat ku melepas banyak wanita yang sebenarnya tulus mencintaiku.

3 thoughts on “PACAR SEMALAM

  1. wakakakakakaka…..

    kasian juga si ‘Frank’ ni….

    bisa juga dimainin sama cewe..

    namun frank…apakah sulit mengatasi trauma yang satu itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s