MENEMUKAN DUSTA

Temukan aku dalam heningnya malam hingga kau mengerti bahwa diriku adalah kesunyian yang melanda dunia

Temukanlah aku dalam panasnya mentari sebab aku mendidih karenamu

Temukan juga aku dalam dinginx es karena aku adalah angin nafas beku dari ajal dunia

Merah tetaplah merah jika tidak diracun hitam

Begitupun hamba tak kan berubah menjadi pangeran jika tanpa gangguan sang putri

Pernakah kau menari di atas tulang belulang yang membumi di pusara cinta

Jika belum, sekaranglah saaatnya kau berdansa katreji hingga kau atur langkah ¾ mu disana

Masih belum juga kah kau memaknai ini?

Atau mungkin hatimu yang telah terbutakan oleh kenangan..

Ku pun pernah juga memuja dunia dengan segala kenangan busuknya hingga ku terbuka mata dan terkuak hidung menghirup aroma amis dunia fana ini.

Mungkin sampai matipun ku tetap akan tetap mencium wangi palsu ladang fana ini sehingga ku paham tentang bibit dusta yang di semai hawa terhadap adam .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s