TIPS KETIKA TERSESAT DALAM PENDAKIAN

Tersesat adalah hal yang paling mungkin terjadi ketika kita melakukan pendakian. Selain karena medan yang berat dan juga membingungkan, tersesat dapat juga dimungkinkan terjadi bila jalur pendakian tidak kita ketahui sebelumnya.

Sering sekali diceritakan oleh pendaki yang pernah tersesat bahwa mereka sering mendengar suara azan, musik, atau tampak cahaya lampu yang agak jauh. Hal ini sebenarnya tidak berhubungan dengan kemistisan suatu tempat, tapi lebih cenderung tipuan pada mata atau pendengaran kita karena kondisi fisik sudah mulai menurun dan kondisi mental yang mulai melemah. Hal ini membuat kita semakin terburu-buru mencari asal suara atau cahaya tersebut. Padahal jika kita melakukan tindakan terburu-buru seperti itu bisa mengakibatkan kita malah semakin jauh dari jalur hingga akhirnya kita pun semakin tersesat.

Cara yang sering dilakukan adalah mengikuti aliran air/sungai. Hal ini belum tentu benar dan juga belum tentu salah. Jika kita mengikuti aliran air/sungai memang ada kemungkinan kita menemukan tempat tinggal penduduk. Namun harus di ingat pula bahwa ketika kita menggunakan cara ini ada resiko yang bakalan muncul nantinya yaitu; jeram atau bahkan air terjun, selain itu ada kemungkinan air/sungai yang kita ikuti akan mengikuti jalur bawah tanah/gua. Tentu saja hal-hal tersbut akan sangat menyulitkan kita dan membuat kita makin tersesat.

Bila kita telah tersesat sebaiknya kita menenangkan diri dan mulai dengan rumus STOP.

S= Stop

Berhenti. Hal ini sebaiknya dilakukan ketika kita tersesat. Gunanya adalah agar supaya kita dapat mengumpulkan tenaga sehingga kita dapat melanjutkan pencarian jalur pendakian. Jika diperlukan kita bisa beristirahat sambil minum air atau bahkan memakan cokelat seingga kita dapat lebih tenang.

T= Thinking

Berpikir. Berpikir secara logis dan jernih tentang situasi atau kondisi yang di hadapi saat ini.

O= Observation

Observasi. Kita memperhatikan kondisi lingkungan atau sekitar kita, kemudian kita perhatikan tanda-tanda alam seperti pohon, batu besar, gunung, sungai. Pilihlah yang dapat kita pergunakan sebagai tanda, dan hindari hal-hal yang mungkin dapat tambah menyesatkan kita.

P= Planning

Perencanaan. Tentukan ke arah mana kita akan mulai melakukan pencarian dengan pertimbangan hal-hal yang kita temukan ketika  melakukan observasi atau pengamatan sebelumnya.

Semoga berguna sobat!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s